-->

Tambang Ombilin - Situs Pertambangan Batubara tertua di Asia Tenggara

Tambang Ombilin - Situs Pertambangan Batubara tertua di Asia Tenggara

UNESCO menetapkan Tambang batubara Ombilin di Sawahlunto, Sumatra Barat sebagai Warisan Dunia kategori budaya karena unggul dalam kategori nilai universal luar biasa.
Tambang batu bara Ombilin merupakan tambang batubara yang berlokasi di kota sawahlunto, 70 km dari timur laut kota padang. kandungan batu bara Ombilin ditemukan  Pada tahun 1868, oleh Willem Hendrik de Greeve seorang Geolog dari Belanda.

Keunikan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto menunjukkan adanya rangkaian kombinasi antara teknologi dalam suatu lanskap kota pertambangan yang dirancang untuk efisiensi sejak tahap ekstraksi batubara, pengolahan, dan transportasi.

Penetapan tambang ombilin sebagai salah satu warisan dunia oleh Unesco, diyakini memberikan dampak positif bagi pertumbuhan pariwisata di Sawahlunto dan Sumatera Barat. Kota yang terkenal sebagai kota tambang batubara pada pemerintahan Hindia Belanda.
tambang ombilin sawahlunto
source image by wikipedia
Sebagai Destinasi wisata Kawasan tambang ombilin ini memiliki potensi untuk  menarik wisatawan, karena Di Asia Tenggara lokasi tambang Ombilin merupakan situs pertambangan batubara tertua dan merupakan satu-satunya tambang batubara bawah tanah di Indonesia. Masih ada sejumlah peninggalan asli, di antaranya pemfilteran batu bara, terowongan Mbah Soera, perumahan pekerja tambang, pabrik kereta api. Bangunan, arsitektur peninggalan Belanda yang menarik karena menggambarkan tahapan penting dalam sejarah manusia.

Museum Tambang Batubara Ombilin berada  di sebelah Kantor Unit Pernambangan Ombilin (UPO) Sawahlunto. Informasi mengenai sejarah perusahaan dapat dipelajari di museum ini. Peralatan yang digunakan untuk menambang di Ombilin sejak ratusan tahun serta proses pertambangan batubara juga di pamerkan di Museum ini.

Untuk menuju ke lokasi tambang Ombilin kamu bisa menggunakan beberapa akses :
Menggunakan pesawat terbang, Setiba di Bandara Internasional Padang, dilanjutkan dengan menggunakan Bus Tranex menuju daerah Lakuak yang dikenal sebagai terminal bayangan di Jalan Dr Sutomo. Dari Lakuak dilanjutkan menuju Sawahlunto. kalau ingin mudahnya, kamu bisa sewa mobil untuk menuju ke sawahlunto, lama perjalanan 2,5-3 jam

Kamu juga bisa menggunakan kereta api, namun untuk jadwal kereta api hanya tersedia di hari minggu rutenya dari stasiun padang panjang turun  ke Sawahlunto

Selamat berpetualang Travelers

No comments:

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel