PETRA – Kota Batu di Tanah Cadas

PETRA – Kota Batu di Tanah Cadas

PETRA Kota yang terdapat di Yordania, berjarak 322 km dari Amman yang merupakan ibu kota Yordania. Petra didirikan oleh Raja Aretas IV pada abad 9 SM- 10 M. Petra sendiri artinya batu. karena memang kota ini dibangun dari bebatuan dengan mengukir gunung dan tebing. Petra merupakan ibu kota Kerajaan Nabatean, masyarakat Nabatean mendiami Petra sejak tahun 312 sebelum masehi dengan jumlah penduduk sekitar 20.000 jiwa. Mereka ini sangat mahir dalam membuat tangki air bawah tanah. Lokasi petra berada di lembah antara gunung-gunung, dan lembah ini berupa tanah cadas yang begitu luas.
petra-kota batu di yordania
image by pexels
Arsitektur Petra bergaya Romawi, namun pahatan-pahatan pada batu tetap membuat kota ini berbeda dengan gaya bangunan arsitektur pada masa Yunani kuno maupun Romawi. memasuki Kota Petra kita seakan berada di bangunan rumah yang sangat besar yang berbentuk gua dengan dinding dan langit-langit yang penuh pahatan dengan warna merah jambu.

Di kota bawah tanah ini terdapat Ruang Teater yang mampu menampung sekitar 4000 penonton. Mereka juga memiliki sistem pengairan yang sangat modern yang masih berfungsi hingga sekarang, terdapat terowongan dan ruangan untuk menyalurkan air bersih ke kota. Pada jaman dahulu Petra merupakan pusat dari perdagangan dunia yang sangat ramai. Kota ini menjadi kota yang sangat unik karena berada dibawah tanah, dengan ukiran batu sebagai gerbang masuknya (pada abad sekarang tidak ada konsep suatu kota yang mampu menyamai Petra)

Tahun 106 Masehi Romawi berhasil menginvasi seluruh kota Petra, situasi peperangan menyebabkan kota petra ditinggalkan oleh penduduknya, dan tahun 700 masehi, sistem hidrolik dan beberapa bangunan Petra hancur, kejayaan  dan kemegahan Petra hanya menyisakan Legenda. hingga pada tahun 1812  Johann Ludwig Burckhardt pengembara dari Swiss dengan penyamarannya berhasil masuk ke kota Petra, dan untuk pertama kali nya pula Petra sebagai kota yang hilang ditemukan (Selama lebih dari 500 tahun hilang)

Petra ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 6 Desember 1985, dan pada tahun 2007 Petra terpilih menjadi 7 dari keajaiban Dunia. 

Kini Petra menjadi tempat kunjungan favorit para turis. Waktu terbaik untuk mengunjungi Petra adalah pagi hari, pukul 6 pagi waktu setempat pintu gerbang sudah dibuka, dari pintu gerbang kamu bisa menyusuri celah yang diapit dengan dinding tinggi dengan berjalan kaki (satu kilometer) atau kamu bisa sewa kuda, atau naik kereta kuda, hati-hati dengan scam jangan ragu untuk tawar menawar harga sewa. Tiket masuk Petra 50 Jod per orang  atau kalau dirupiahkan sekitar 1 juta rupiah.

Siapkan fisik dan stamina kalau kamu berkunjung ke Petra, karena “kota yang hilang”  ini terdapat banyak spot yang bisa kamu explore. Happy Traveling

Baca Juga : GreenKayak Denmark. Kayak Gratis untuk Turis

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel